Pendahuluan Produktivitas

Oke pada tulisan pertama saya ini, saya ingin membahas mengenai seluk beluk dunia produktivitas. Saya tertarik membahas produktivitas dilatarbelakangi oleh pendidikan sarjana saya tepatnya adalah Teknik Industri. Teknik Industri sendiri adalah pada awalnya ilmu mengenai bagaimana industri mengelola sumber daya yang ada dengan cara efisien dan efektif. Tentunya yang ingin saya bahas ke depan adalah aplikasi produktivitas dari ilmu teknik industri yang dapat kita terapkan kan dalam kehidupan sehari-hari dan lingkungan sekitar.

Atau bahasa gampang nya produktivitas adalah bagaimana output atau hasil lebih besar daripada input atau usaha. Namun hal ini baru berupa tujuan dari sifat efisien. Sedangkan tujuan dari sifat efektif adalah bagaimana segala keputusan kita tepat sasaran. Atau sumber daya yang kita gunakan dapat dimanfaatkan secara baik dan sesuai peruntukan.

Untuk memudahkan pembaca awam memahami mengenai produktivitas. Saya akan menyampaikan 3 definisi produktivitas yang saya ambil dari Departemen Ketenagakerjaan Republik Indonesia, yaitu

1. Definisi Filosofis yang berarti sikap mental yang selalu memandang bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

2. Definisi Ekonomis-Nilai-Tambah adalah kemampuan bagaimana agar perolehan hasil yang dicapai atau output adalah yang sebesar-besarnya dengan pengorbanan sumber daya yang digunakan atau input adalah yang sekecil kecilnya.

3. Definisi Teknik-Matematis adalah perbandingan antara output hasil yang diperoleh dapat berupa barang atau jasa dengan input seluruh sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan output seperti man-power, barang atau jasa dan money-gained.

Oke sebenarnya produktivitas itu sesuatu hal yang sangat membumi dan tidak sukar dipahami karena kita dapat aplikasikan langsung dalam kehidupan kita sehari-hari. Oleh karena itu dibutuhkan pengalaman dan pemahaman yang menyeluruh agar produktivitas dapat membantu kehidupan kita.

Sampai sekarang saya belum menemukan definisi yang pas dengan pemikiran saya tentang produktivitas itu sendiri. Namun saya terbuka akan masukan dari pembaca tulisan saya mengenai ilmu produktivitas itu sendiri. Saya rasa ilmu ini terus akan berkembang mengikuti tantangan dan perkembangan zaman. Karena produktivitas generasi dahulu mungkin saja berbeda dengan produktivitas generasi milenial sekarang. Dan yang sangat menarik adalah produktivitas orang Indonesia pun pasti berbeda dengan produktivitas orang Jepang maupun orang Amerika Serikat. Hal ini dipengaruhi oleh ditemukannya teknologi yang dapat membantu manusia dalam bekerja.

Sehingga produktivitas pada hakekatnya adalah bagaimana kita memberikan manfaat yang lebih bagi sesama. Oleh karena itu tidak henti-hentinya saya ingin terus belajar dan memperbaiki diri untuk kebaikan diri saya, keluarga dan masyarakat. Akhir kata dalam tulisan pertama marilah kita mulai pembelajaran ini dengan rahmat Allah SWT.

Bukittinggi, 28 Oktober 2017.

Iklan

Apa Kabar, Pembaca?

Selamat berjumpa kembali. Sudah lama saya tidak menulis blog ini, dikarenakan kesibukan dan kemalasan saya dalam menulis kata-kata yang ada di dalam kepala saya. Namun saat ini saya sudah menemukan suatu alat yang dapat membantu dan memudahkan pikiran saya dalam menumpahkan ide-ide saya dalam bentuk tulisan. Selanjutnya nantikan tulisan-tulisan saya berikutnya dan saya jamin tulisan, artikel dan review menarik dari diri seorang Indra Kurniawan. Keep writing and reading!

Berhenti Kerja Dari Sebuah Bank

Pada tanggal 1 Februari 2016 yang lalu, diriku mengajukan pengunduran diri dari sebuah Bank BUMN setelah hampir 3 Tahun 6 Bulan (ditambah masa training 11 Bulan) berarti totalnya 4 Tahun 5 Bulan terjun di dunia perbankan. Uniknya sebenarnya industri perbankan bukannlah tempat karir yang pas bagi diriku yang notabene seorang lulusan sarjana Teknik Industri. Apalagi jabatan yang diriku emban adalah seorang Funding Officer atau pemasaran produk dana sehingga nasabah mau menempatkan dananya Milyaran Rupiah masuk ke Bank tersebut. Diriku sadar bahwa memang berkecimpung di dunia marketing adalah hal yang beresiko karena minat dan bakatku memang tidak berada di sana.

Memang berat rasanya diriku mengambil keputusan ini, karena bagaimana pun kesempatan untuk mencari pekerjaan yang lain lagi akan lebih berat. Pertama usiaku saat ini telah 31 Tahun di mana agak sulit lapangan pekerjaan umumnya akan mencari pegawai dengan usia produktif di bawah 27 Tahun. Kedua perekonomian Indonesia dan Global cenderung melambat akibat jatuhnya harga minyak dunia sehingga permintaan pasar tenaga kerja akan cenderung menurun sehingga menyebabkan kompetisi angkatan kerja semakin sengit.

Namun diriku sudah mengambil keputusan bahwa bagiamana pun diriku harus tetap melangkah maju ke depan dan menggapai cita-cita yang belum tercapai untuk segera direalisasikan tahun ini maupun tahun berikutnya. Diriku berjanji akan menjadi seorang pribadi yang lebih baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Diriku harus memulai dengan berdoa kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan petunjuk dan keridhaan-Nya supaya rezeki yang diriku terima selama ini menjadi berkah. Amin ya Rabbal Alamin.

Ambon, 22 September 2016

Perbankan

IMG_7439

Sudah 2 bulan sejak saya diterima di program management trainee di salah satu bank BUMN, akhirnya kesampaian juga untuk mencoba peruntungan baru di bidang pekerjaan yang sama sekali berbeda (yaa… masih ada hubungannya dikit-dikit sih) dengan jurusan waktu kuliah dulu teknik industri dalam aspek keuangan, loh??!!) hehehe… jreng…jreeeng…. Akhirnya nama Indra Kurniawan terpampang jelas pada salah satu pojok pengumuman di Kantor Cabang Ambon.

Sebenarnya saya sudah setahun tinggal di Ambon… tinggal bersama keluarga yang tersayang dan teman-teman dekat adalah anugerah yang terindah yang pernah kumiliki…. Sekaligus mengelola usaha keluargaku yaitu, Apotek STAMINA… Walaupun apotek ini kecil tapi sudah mampu menyekolahkan saya dan adik sampai sarjana loh!! (insya Allah pengen S2 juga tapi pengennya di luar negeri sesuai titah wangsit dari dosen pembimbing saya, yaitu Ibu Isti)  Meskipun demikian masih ada aja yang kurang (oh ya?) yaitu, ehem…ehem… calon istri yang belum jelas kabarnya… (weh!!! ngarep mode on)

Kembali lagi di Bank sesudah sebulan menjalani pendidikan awal mengenai pengenalan bank dan budaya kerjanya. Nah, kemudian saya ditugaskan mengikuti orientasi pengenalan Kantor Wilayah di Makassar selama sebulan. Mudah-mudahan apa yang saya kerjakan di sini dapat diberikan hasil yang terbaik dan semoga saja saya mendapat jodoh di sini. (Amin)

Mars dan Venus

men-are-from-mars-women-are-from-venus Biasanya yang tidak resmi itu lebih enak. Berpacaran, enak sekali. Karena pacaran adalah hubungan yang tidak resmi. Maka para pemuda dan pemudi lebih senang berpacaran berlama-lama. Saat-saat berpacaran terasa indah dan menyenangkan, seakan tidak pernah ada masalah, berbuat apa saja tidak ada komplain dan tidak ada yang saling menyalahkan. Tetapi begitu diresmikan dengan pernikahan dan masuk dunia rumah tangga, ternyata baru beberapa bulan sudah banyak masalah bermunculan, dan kalau tidak pandai mengendalikannya bisa berakhir dengan perceraian. Seperti artis-artis ibukota yang suka kawin cerai kali yee… Continue reading “Mars dan Venus”

Demam Blackberry

Teriakkan "anti mati gaya"Berawal dari meningkatnya penggunaan handset Blackberry di Indonesia yang dipopulerkan oleh seorang anak Menteng Dalam (Barrack Obama) dan artis-artis sinetron di TV akhir-akhir ini… Membuat kuping saya betul-betul panas dibuatnya… Bagaimana tidak?! dengan harga satu handphone ini aja bisa setara dengan harga sebuah sepeda motor bebek… belum lagi biaya bulanannya yang mencapai ratusan ribu (itu pun belum termasuk biaya pulsa telepon atau SMS)… apa sih fitur atau teknologi yang bisa ditawarkan oleh sebuah device yang bernama Blackberry (BB) ini kepada masyarakat umum?   Continue reading “Demam Blackberry”