Mars dan Venus

men-are-from-mars-women-are-from-venus Biasanya yang tidak resmi itu lebih enak. Berpacaran, enak sekali. Karena pacaran adalah hubungan yang tidak resmi. Maka para pemuda dan pemudi lebih senang berpacaran berlama-lama. Saat-saat berpacaran terasa indah dan menyenangkan, seakan tidak pernah ada masalah, berbuat apa saja tidak ada komplain dan tidak ada yang saling menyalahkan. Tetapi begitu diresmikan dengan pernikahan dan masuk dunia rumah tangga, ternyata baru beberapa bulan sudah banyak masalah bermunculan, dan kalau tidak pandai mengendalikannya bisa berakhir dengan perceraian. Seperti artis-artis ibukota yang suka kawin cerai kali yee…

Banyak hal yang harus kita ketahui bahwa setiap hubungan antara dua insan yang berbeda jenis ini memiliki karakteristik sifat yang harus dipelajari oleh mereka kita akan menjalin hubungan dengan serius. Bahkan sebaiknya pada masa-masa pacaran jangan ingin enaknya doank sebaiknya cobalah untuk mempelajari karakteristik pasangannya. Terima kasih kepada profesor John Gray, saya telah memperoleh sedikit pencerahan dengan membaca buku karangan beliau yang berjudul “Men Are From Mars, Women Are From Venus”.  Buku ini secara gamblang menjelaskan mengapa sering kali seorang suami sering stress terhadap istrinya yang terlalu banyak berbicara dan meminta. Dan sering kali seorang istri menganggap suaminya terlalu diam dan tidak memperhatikan apa yang dia bicarakan. Pada umumnya hal ini sering kita jumpai pada diri kita dan pasangan maupun orang tua kita sendiri.

Pada bukunya, profesor Gray menyatakan setiap pasangan harus memahami benar karakter mereka dan pasangannya dengan menggunakan analogi bahwa laki-laki berasal dari planet Mars yang berbeda dengan perempuan dari planet Venus. Pokoknya saya rekomendasi banget deh sama buku ini karena pembahasannya cukup-cukup menarik untuk diketahui. Karena kita diajak mengikuti sebuah dongeng tentang penghuni planet Mars yang menjalin hubungan dengan penghuni planet Venus, mereka bertemu dan jatuh cinta kemudian pindah ke planet Earth (bumi) untuk membina rumah tangga. Setelah tinggal di bumi beberapa saat mereka hidup bahagia namun pada suatu hari setelah bangun dari tidur mereka mengalami amnesia. Mereka telah lupa asal mereka dari mana dan pelajaran tentang perbedaan antara sifat laki-laki dan perempuan. Sehingga sejak saat itu laki-laki dan perempuan selalu mengalami perselisihan karena lupa akan perbedaan watak mereka. Nah, apabila anda merasa bingung memahami perasaan istri atau suami maka anda perlu membaca nasihat profesor Gray di dalam buku ini. Happy Reading!

Being in love isn’t like sports or studies.
In sports and studies you might need more talent than effort..
But in love, effort is more important than talent!

16 pemikiran pada “Mars dan Venus

  1. jadi selama ini dikaw menkhatamkan inih buku???

    kenalin dong Boss……

    kapan nikah? di ambon ato jakarta?? awas kalo ga ada pesta di ambon??👿

    btw beso2 bikin gandaria n kadongdong saja e😆

  2. # achoey
    jomblo nih??

    # muhamaze
    jaka sembung bawa golok… *haha.. piss ga dilanjutin*😉

    # almascatie
    paling tidak.. mau mengamalkannya.. *halaah*

    mau belajar hidup berumah tangga kalau nanti jadi nikah..

    doaian donk om almas…🙂

    # chidua
    wah cuma lagi meresensi buku aja, chi.. belum tentu aku paham benar isinya… hehe.. mau minjem?? main ke depok ya ntar aku pinjamin…😆

  3. kunjungan pertama..
    salam kenal

    oya, saya pernah liat tuh pak Gray di metro tv
    sama pak Tung Desem, ngebahas Men are from Mars women are from venus versi dunia bisnis. benar2 keren tuh.

    blognya saya link yah…!

  4. kata orang masa pacaran adalah penuh rayuan gombal alias menutupi watak sebenarnya baru ketahuan ketika setelah menikah…

    dan emang penting banget memahami karakter masing-masing sebelum melanjutkan ke jenjang permikahan

  5. wah.. dari dulu saya cuma lihat sampulnya doang..
    dari ulasan keliatannya bagus juga..

    tapi hal pertama yang mesti dilakukan; temukan dulu wanitanya… hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s