Mak nyusss…. kalau anda penggemar dessert yang terdiri dari campuran beraneka ragam buah-buahan dengan lumeran saus kacang pekat yang manis pedas di atasnya… wuiiih, bikin ngiler!!! Inilah dia… RUJAK nan segar… ooolala… bagi saya udah lama ga makan penganan ini kecuali kalau lagi “vakansi” (liburan, red) ke Ambon.
Dulu waktu saya masih kecil di Ambon, ada 2 tempat perbukitan untuk panorama yang cukup indah untuk melihat keseluruhan kota dan teluk Ambon secara bersamaan. Tempat yang pertama terletak di daerah Gunung Nona dan satu lagi di daerah perbukitan Karang Panjang. Yup… pertama saya ingin bercerita dulu tentang daerah Karang Panjang alias disingkat namanya dengan istilah “Karpan”. Berhubung saya cuma punya koleksi foto di daerah Karpan aja…. Hehehe…
Ambon… sebuah pulau kecil di antara puluhan ribu pulau di Indonesia… kota yang tenang dan damai namun menyimpan beraneka macam interaksi penduduknya yang sangat hangat…. Walaupun kini merana akibat kerusuhan… biarpun di luar sana banyak orang berpikir paranoid mengenai kota Ambon karena peristiwa di tahun 1999… tetapi memori indah ini tidak akan pernah mengubah rindu saya pada kota yang manise ini…
Di Siang hari itu, ramai-ramai masyarakat tumpah ruah di sebuah pantai… Namanya pantai Liang yang berada di pulau Ambon…. Pasir putih dan beningnya air laut menunjukkan bahwa daerah ini belum terjamah oleh arus moderenisasi yang sering melupakan kelangsungan lingkungan hidup.
(Foto Lapangan Merdeka di depan kantor Gubernur Maluku)
Tak sengaja ketika saya sedang membaca berita-berita terhangat masyarakat Ambon di situs Radio Baku Bae, terdapat artikel mengenai Lapangan Merdeka di kota Ambon. Lapangan ini terletak pas di depan kantor Gubernur Maluku. Kalau di daerah Jawa, lapangan ini dapat disetarakan dengan Alun-alun kota. Jadi di tempat ini banyak sekali diadakan acara-acara seremonial di kota Ambon. Dapat dikatakan lapangan ini adalah salah satu tempat pertemuan paling besar bagi seluruh lapisan masyarakat Ambon.
Saya jadi teringat sewaktu berumur 5 tahun (masih jaman sekolah dasar) pernah mengikuti paduan suara bersama teman-teman SD saya untuk merayakan HUT kota Ambon. Lagu-lagu yang dibawakan itu antara lain adalah berjudul “Gandong”. Arti gandong adalah bersaudara (satu kandungan). Ini adalah salah satu lagu tradisional masyarakat Maluku, selain lagu “Rasa Sayange” yang pernah heboh itu….. Saya sangat menyenangi lagu ini… lagu ini sangat khas dan tema-nya sangat universal yaitu persaudaraan….. Nah, saya berikan terjemahan lirik lagu ini buat yang tidak paham bahasa Ambon (sekalian bisa ngerti bahasa Ambon juga donk….)
Gandong, la mari gandong (Saudara, Saudaraku kemarilah) mari jua ale yo (Datanglah saudaraku) beta mo bilang ale (Ingin kukatakan padamu) katong dua satu gandong (Kita berdua satu kandungan) hidup ade deng kaka ( [Cara] hidup adik dan kakak) sunggu manis lawang ee (Sungguh amat manis) ale rasa beta rasa (Apa yang kau rasa, kurasakan pula) katong dua satu gandong (Kita berdua [berasal dari] satu kandungan) gandong ee, sio gandong ee (Saudaraku, ya saudaraku) mari beta gendong (Izinkan aku menggendong) beta gendong ale jua (Biarkan aku menggendongmu) Katong dua cuma satu gandong eee (Kita berdua cuma punya satu asal usul) satu hati satu jantong ee (Satu hati, Satu jantung)
Tambahan:
Terima Kasih buat Since yang telah memberikan informasi link video Youtube tentang Lagu Gandong. Saya masukin videonya di bawah ini. Terima kasih for all of you yang telah memberikan komentar di posting ini.