Posted by: Indra Kurniawan on: 10 November 2008
Semenjak aku menjalani aktivitas magang di sebuah pabrik mobil jerman di Gunung Putri, Bogor kemarin… perlahan demi pasti aku mulai mengenal dengan hal-hal yang berbau Jerman… mulai dari istilah-istilah suku cadang mobil yang mesti aku kenali untu dibuatkan proses klaim cacatnya sampai dengan percakapan antara manajer pabrik dengan supervisor mereka yang orang Jerman itu… Aku bekerja di kantor pabrik itu di lantai 2 tepatnya, sedangkan di bawahnya merupakan gudang suku cadang untuk perakitan mobil.
Secara umum, kata-kata benda Jerman tidak sulit dilafalkan karena pengucapannya mirip dengan bahasa Indonesia tetapi…tetapi… ga semuanya begitu. Ada beberapa huruf yang mesti dikecualikan. Karena, alfabet bahasa Jerman mirip dengan bahasa Sunda… ada huruf e dan eu… maka di sini banyak karyawannya yang orang Bandung… entahlah mungkin kebetulan aja. Yang pasti aku merasa tertarik mempelajari bahasanya Michael Schumacher ini. Aku juga merasa salut terhadap etos kerja orang Jerman itu yang selalu menepati janji. Pernah aku perhatiin kalau kecepatan jalan kakinya bule Jerman yang kerja di pabrik itu lebih cepat daripada karyawan orang Indonesianya. Baru berpas-pasan ama si bule sebentar, lalu noleh sebentar ke belakang dia udah jauh beberapa meter.
Oleh karena itu aku ingin mempelajari sendiri bahasa Jerman ini agar dapat memahami tulisan-tulisan Jerman yang ada di dokumen-dokumen perusahaan. Tentunya sih, aku lebih ingin bisa berbicara bahasa Jerman supaya bisa berkomunikasi dengan orang-orang di sana. Apalagi aku pengen ambil program master di Eropa, mungkin dengan mempelajari bahasa Jerman dapat memperlancar komunikasi selama berada di sana selain tentunya of course, English is important language kalau sudah terdesak hehehe… Oh,iya sebelum aku mengambil kursus bahasa Jerman aku mencoba mempelajari sendiri literatur bahasa Jerman melalui buku-buku dan software bahasa supaya nanti proses menguasai bahasa ini dapat lebih cepat dipelajari sambil ikut kelas bahasa.
Wah asik bener, bisa nyontek bahasa orang, siapa tahu kapan2 ada yang ngajak ngobrol jadi gak keder-keder amat
.
Dulu sayah ke kawasan ituh untuk nawarin asuransi.
Siyalnya, disana juga ndak isa nelpon. ndak ada telpon,..
Duh, parah banget deh pokoknya.
Teleponnya Mercedez ajah masih pake pemancar, waktu ituh…
( nulis lagi, ooooiii…. )
[...] siaran radio berbahasa Jerman dan ternyata bagus juga buat saya untuk melatih kemampuan berbahasa Jerman saya. Boleh dibilang aplikasi ini oke punya deh… hehehe… Trus apalagi ya yang bisa kita [...]
jd pengen dah bljr B.jerman
kalau bisa sich bagi donx ilmu yang telah kamu dapat selama beljar bahsa jrman mu,
kepada teman” yang suka ngeblog……..
11 November 2008 pada 3:13 am
Asyiknya bisa ketemu orang2 dari “negeri lain.” Jadi bisa mempelajari budaya kerjanya.