Karang Panjang
27 Januari 2008

Dulu waktu saya masih kecil di Ambon, ada 2 tempat perbukitan untuk panorama yang cukup indah untuk melihat keseluruhan kota dan teluk Ambon secara bersamaan. Tempat yang pertama terletak di daerah Gunung Nona dan satu lagi di daerah perbukitan Karang Panjang. Yup… pertama saya ingin bercerita dulu tentang daerah Karang Panjang alias disingkat namanya dengan istilah “Karpan”. Berhubung saya cuma punya koleksi foto di daerah Karpan aja…. Hehehe…
Oh iya, pertama sekilas daerah Karpan ini dapat dijangkau masyarakat melalui angkutan kota dari terminal Pasar Mardika dengan trayek Line V (kalau ga salah…). Nanti sepanjang jalan menuju daerah perbukitan ini bakal melalui jalan-jalan menanjak dan berkelok-kelok…. Sepertinya daerah ini mirip banget dengan daerah puncak Dago di kota Bandung…. Selain daerahnya berbukit-bukit, di sini juga banyak berdiri perumahan elit yang berjajar di sepanjang jalan dan satu lagi… ada monumen pahlawan perjuangan bangsa…. Itu benar, kalau di puncak Dago di kota Bandung ada taman makam pahlawan Ir.H.Djuanda sedangkan di perbukitan Karang Panjang kota Ambon berdiri monumen Christina Martha Tiahahu. Beginilah kondisi monumen tersebut yang berhasil saya ambil melalui kamera digital di tahun 2006:

(Foto 1 Monumen Pahlawan Christina Martha Tiahahu)

(Foto 2 Penjelasan Monumen Christina Martha Tiahahu)

(Foto 3 Sebuah bangunan di belakang Monumen)
Kemudian di Karpan ini populer bagi masyarakat untuk melihat panorama kota Ambon yang tadi saya bilang. Terutama di malam hari, kita bisa melihat berkilaunya cahaya bangunan di kota Ambon dan kapal-kapal laut yang lagi berlabuh di teluk Ambon. Sehingga kalau kita ingin melihat aktraksi kembang api seperti di malam tahun baru, maka tempat paling keren untuk melihatnya salah satunya di Karpan.

(Foto 4 Panorama Kota dan Teluk Ambon dari Karang Panjang)
Salam Hangat.
Entry Filed under: Ambon. Tag: Ambon, Pahlawan, Pemandangan.
10 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed



1.
almascatie | 27 Januari 2008 at 9:17 pm
hohohooho bikin kangen malam minggu naek ka atas aja e

*segera janjian ke atas lagi ah*
2.
sef | 9 Februari 2008 at 2:33 am
Ak pernah mfoto Kota Ambon dari halaman rumah kediaman Gubernur Maluku, bagus banget…
3.
tobadreams | 10 Februari 2008 at 8:56 am
Itu foto paling atas luar biasa INDAH. Jadi pengen jalan-jalan ke Ambon.
btw aku minta izin nitip pesan disini kawan.
Bagi orang batak sedunia, Orang Jawa, Cina dan Keling yang selalu bangga menyebut diri “Anak Medan” atau orang Sumut, mari kita dukung PSMS Medan. Ayo kita doakan semoga Saktiawan Sinaga cs berhasil melibas Sriwijaya FC. .
Awas, ada kemungkinan PSMS akan dikerjain wasit lagi. Soalnya, Sriwijaya memang diplot oleh orang berkuasa di PSSI untuk merebut gelar juara. Salah satu caranya adalah dengan menyetel wasit agar merugikan PSMS. Ini terkait dengan sejarah dan bisnis, yaitu Persijatim yang dijual pemgurusnya dan kemudian menjelma menjadi Sriwijaya FC.
Viva PSMS Medan, Mampuslah Sriwijaya FC!
4.
Sarah | 10 Februari 2008 at 10:21 am
Hiks…hiks…aQ kangen sm Ambon….yah…aQ pernah ke Ambon n tinggal di sana, walopun cm 8 bulan…Tp kenangannya bener2 melekat dalam hidupQ….Cinta PertamaQ juga di sana….woohhh… Hehehe…Lam kenal…
5.
siapaindra | 13 Februari 2008 at 2:01 pm
# Almascatie
oke deh… tapi jangan janjian di semak-semak ya… hehehe
# Sef
Bagi-bagi donk, bang Sef…
# Tobadreams
Terima kasih kembali… Eh, abang si PSMS Medan kalah bah! Tapi tetap gembira saja ya, dapat juara 2 liga Indonesia lumayan kan.
# Sarah
…no comment…
hehehe… salam kenal aja, mbak!
6.
kenedy andre | 23 April 2008 at 7:20 am
emang luar bisa indah view di ambon klu bisa foto tempat lain yang indah indah mis pintu kota, natsepa liang dan sebagaimya biar tambah host aja ambonmanise kita jaya ambon !!
7.
siapaindra | 25 April 2008 at 2:46 pm
# Kenedy Andre
oh, iya saya juga sudah menampilkan artikel-artikel tentang pariwisata di Ambon. Silahkan lihat di Arsip tentang “Ambon” di pojok kanan atas. Betul, bung! Ambon manise jangan terkenal penyanyi dan petinjunya saja, kotanya juga harus terkenal ke seluruh nusantara.
8.
yakhanu | 2 Juni 2008 at 4:40 am
mas foto nya bagus2 saya minta buat koleksi ya..!
salam dari aku
9.
Johan Mozes Hukom | 18 Juli 2008 at 1:59 pm
Saya Senang Monumen Ambon Masih Tetap Ada Dan Harus Dipertahankan Tank;s God
10.
Johan Mozes Hukom | 18 Juli 2008 at 1:59 pm
Tank’s God