Ambon Manise

22 Januari 2008

Ambon City

Ambon… sebuah pulau kecil di antara puluhan ribu pulau di Indonesia… kota yang tenang dan damai namun menyimpan beraneka macam interaksi penduduknya yang sangat hangat…. Walaupun kini merana akibat kerusuhan… biarpun di luar sana banyak orang berpikir paranoid mengenai kota Ambon karena peristiwa di tahun 1999… tetapi memori indah ini tidak akan pernah mengubah rindu saya pada kota yang manise ini…

Tugu Dwikora

Ambon Plasa mungkin dapat menjadi tempat belanja yang paling mudah dijangkau bagi masyarakat kota Ambon. Tak ayal karena lokasinya sangat strategis berada di pusat kota di mana Ambon Plasa (disingkat namanya menjadi Amplas) ini dekat dengan Lapangan Merdeka (yang termasuk dalam kompleks kantor Gubernur Maluku) dan pelabuhan Yos Sudarso. Bercerita tentang barang dagangan yang dijual di lantai 1 Amplas berupa kebutuhan sandang masyarakat seperti pakaian, sepatu, sandal tersedia di sini dan beberapa toko ada yang menyediakan makanan kecil, elektronik, kaset video, kosmetik dan obat-obatan. Kebanyakan para pedagang di sini bukan merupakan masyarakat asli Ambon, mereka kebanyakan berasal dari daerah Sulawesi. Selain itu bagi orang-orang yang terbiasa berbelanja di pasar swalayan tidak perlu kuatir karena di lantai 1 dan 2 Amplas tersedia juga pusat perbelanjaan Matahari. Oh iya bagi penggemar fast food di lantai 2 ada restoran KFC juga loh…dan banyak berjejeran toko-toko penjual handphone dan factory outlet (mirip di bandung) di sampingnya…. Jadi bagi wisatawan yang sedang berlibur di Ambon bakal terpuaskan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang dengan berbelanja di Ambon Plasa.

Ambon Plasa

Kalau mau cerita tentang sarana transportasi yang mudah dijumpai di ambon, kita harus membicarakan mengenai angkot dan becak…. At least inilah angkutan publik yang paling favorit di ambon… Pertama adalah becak… dulu waktu sebelum kerusuhan tahun 1999, jenis becak yang beroperasi di kota Ambon ada 3 jenis yaitu, becak merah, becak putih, dan becak kuning. (hohoho…. Lucu banget deh warna-warni…) Terus hari mangkalnya abang tukang becak itu dibagi-bagi misalnya hari Senin cuma becak merah yang boleh beroperasi, sedangkan becak warna lain ga boleh beroperasi. Nah selanjutnya hari selasa hanya becak kuning yang bisa beroperasi dan becak warna lain ga boleh. Dan seterusnya sampai hari sabtu bergantianlah warna becak setiap harinya… (hehehe… biar ga bosen melihat becak sama terus setiap hari…) tapi sedihnya sekarang pengaturan lalu lintas becak sudah ga teratur lagi kayak dulu… saat ini semua warna becak boleh beroperasi setiap hari di kota Ambon. Jadi kalau kalian terheran melihat warna-warni becak di Ambon itu karena dulu pernah ada peraturan hari operasional becak bukan menunjukkan daerah pelayanannya atau perusahaan yang mengelolanya… hehehe…

Becak

Terus bercerita tentang angkutan kota di Ambon, di sini ada beragam trayeknya dan daerah jangkauannya hamper seluruh pelosok pulau Ambon ada angkotnya. Selain itu warna-warna angkot itu menunjukkan daerah jalurnya, misalnya angkot warna kuning seperti Line I sampai Line V, Airsalobar, dan Kudamati pasti melewati pusat kota sedangkan warna selain kuning biasanya jalur trayeknya di luar kota… tapi ga sebanyak di Jakarta loh… Ada beberapa yang masih saya ingat antara lain adalah:
- Line I : jalurnya Pasar Mardika – Batumeja atau Batugantong…. Aduh saya lupa!!!
- Line III : jalurnya Pasar Mardika – Talake
- Line V : jalurnya Pasar Mardika – Karangpanjang
- Kudamati : jalurnya Pasar Mardika – Kudamati (malah bisa sampai Gunung Nona)
- Airsalobar : ada jalurnya yang terbagi ke Bentas (Benteng Atas)
- Tantui dan Galala : sampai pelabuhan Galala dan melewati arah Keboncengkeh
- Paso : angkotnya warna merah
- Halong : angkotnya warna biru muda

Angkot

Nah ada satu lagi pusat perbelanjaan di kota Ambon tetapi lokasinya ini berada pas di dekat pantai… yuppp… terkenal dengan nama Pasar Mardika…. Entahlah saya kurang tahu tentang awal cerita pasar ini, dulunya sih waktu tinggal di daerah ini sebagai anak pasar (hehehe….) banyak banget orang berjualan ikan-ikan segar hasil tangkapan nelayan di laut. Dari berbagai macam jenis ikan laut dapat dijumpai seperti ikan tuna, cakalang sampai ikan pari juga dijual di sini dalam keadaan segar. Kalau mau berbelanja di pasar ini kalian harus pintar-pintar nawar agar mendapat harga yang sesuai. Selain itu ukuran ikan-ikan di sini lumayan gede banget dan kualitasnya sangat baik  (yoiii… mungkin karena lautan Maluku masih alami dan bersih) makanya ga heran karena sering makan makanan alami dan berprotein tinggi membuat bodi orang Maluku tuh bagus-bagus dan atletis. Woow… oke kan…. di pasar ini juga bisa dijumpai terminal dalam kota maupun antar kota. Dan semua angkot dan bus segala macam trayek di Ambon pasti ngetem di terminal pasar Mardika ini. Nah, di sini kalau orang Ambon nyebutin istilah “mobil” itu dengan kata “oto”…. Hehehe… bukan Otto van Gaal, itu sih nama orang Jerman…..

Pasar Mardika

Daerah perbukitan ini namanya adalah desa Batu Merah. Hmmm…. kalau kita dari bandara melalui perjalanan darat menuju kota Ambon, maka daerah ini adalah kawasan pertama yang akan kita jumpai ketika memasuki kota Ambon. Waktu kecil, saya banyak memiliki teman-teman di daerah ini…. Karena lokasinya memang dekat dengan pasar Mardika… desa Batu Merah ini merupakan salah satu pemukiman penduduk yang lumayan padat di pulau Ambon… Selain itu di sepanjang turunan jalan yang melewati kawasan ini dapat dijumpai toko-toko kerajinan kerang mutiara khas Maluku… Di sini para pemudik asal Ambon yang hendak kembali ke Jakarta atau Jawa biasa memesan kerajinan kerang mutiara sebagai souvenir yang cukup menarik. Bentuknya berbagai macam mulai dari pin dan bros yang dapat disematkan ke pakaian sampai bentuk lukisan kaligrafi dan hewan yang dapat dipajang di dinding rumah… ada juga sediakan kerajinan dari cengkeh yang dibuat menjadi replika kapal layar yang terkurung di dalam botol dan aneka ragam besi putih yang populer itu loh… wow… keren abisss deh…. Jadi kalau kalian yang pengen ngabisin duit buat oleh-oleh… tempat ini paling cocok deh untuk dicoba….. semoga aja anda puas mengunjungi kota Ambon :)

Batu Merah

Salam.

Entry Filed under: Ambon. Tag: , .

18 Comments Add your own

  • 1. tony  |  23 Januari 2008 at 1:45 am

    wah… bener-bener kota yang cantik, mudah-mudahan Ambon damai selalu, biar masyarakat betah tinggal disana, dan bisa bersama membangun perekonomian yang memihak kepada rakyat.

  • 2. habib  |  23 Januari 2008 at 6:00 am

    beta rindu inging pulang,
    semoga rindu ini cepat terobati,
    tarima kasih banyak lai ndra,

    dangke banyak2

  • 3. habib  |  23 Januari 2008 at 6:01 am

    beta rindu inging pulang,
    semoga rindu ini cepat terobati,
    tarima kasih banyak lai ndra,

    dangke banyak2

  • 4. siapaindra  |  27 Januari 2008 at 1:49 pm

    # Tony
    Setuju mas Toni, semoga ekonomi memihak kepada “rakyat” yang benar. Kota Ambon perlu banyak investasi dari luar.

    # Habib
    sama-sama jua, bang Habib dari Madinah Al Munawarah. Semoga bang Habib bisa pulang ka Ambon.

  • 5. orang mesir  |  5 Februari 2008 at 10:21 am

    2 thn seng pernah lia ambon jadi kangen lai ee

    beta mau pulang ke ambon tp masih tanggung ee

    minta doanya nie biar bisa pulang cepat par lia ambon yang manisse pas kalli

  • 6. # Rully  |  6 Februari 2008 at 10:02 pm

    ee dondo ee..beta su lama seng pulang ka ambon lai..
    mungkin ne foto dari se yg bisa bikin beta rindu sama tempat lahir beta..

    good luck bro..
    pizz out

  • 7. siapaindra  |  13 Februari 2008 at 1:52 pm

    # Orang Mesir
    Amien! buat temanku yang jauh di Mesir sana.

    # Rully
    Salam ee.. dondo.. ee.. jua!

  • 8. sarahtidaksendiri  |  27 Februari 2008 at 3:42 am

    kpn gue ke Ambon lg y…..ke Amplas (Ambon Plasa) yg brg2nya mahall bgt.. :)

  • 9. almascatie  |  27 Februari 2008 at 3:54 pm

    ana satu ni dia paleng taputar
    dia seng diambon mar dia kas maso ambon samua
    hahahhahahahaeee
    kapan pulang nyong, la katong taputar sadiki dolo, ukur2 jalan baku iko deng cewek2 sadiki ka
    hiiihhii

  • 10. djenndanu  |  28 Februari 2008 at 2:21 am

    Bu Indra….beta waktu kerusuhan th 1999-2000 ada di Ambon, beta menginap di Hotel Manise selama 9 bulan. Ambon memang indah walaupun ada kerusuhan. Pantai Natsepa, Amai, Latuhalat dan bukit Cengkeh masih terekam kuat dalam pikiran beta. Seperti dalam lagi Mergie Siegers….beta tak lupa pasir dan pantaimu….. satu saat sebelum beta dipanggil Allah beta mau kembali ke Ambon, Bandanaira dan Papua. beta mo mengenang masa2 beta bertugas di wilayah timur Indonesia.
    Salam dari jauh

  • 11. siapaindra  |  18 Maret 2008 at 1:56 pm

    # Sarahtidaksendiri
    koq barang2 di Amplas mahal?? bisa jadi karena Amplas adalah satu-satunya tempat perbelanjaan yang oke di kota Ambon…

    # Almascatie
    Hahahaha…. Beta sabarang ambil foto di jiku-jiku jalan kota Ambon… supaya seng lupa kalau lagi di jakarta :D mantap ale nyong… jang lupa kajar tarus nona satu itu… hahahaha…

    # Djenndanu
    Kita ini memiliki rasa kerinduan akan kampung halaman yang sudah lama ditinggalkan akibat situasi kota Ambon yang tidak menentu… oleh karena itu sebaiknya kita tetap terus menjaga perdamaiaan di kota yang kita cintai ini…
    Salam.

  • 12. beta  |  20 Maret 2008 at 2:32 am

    menarik sekali, ingin gabung di blok ini,
    keindahan kota Ambon megitu menakjubkan hati.

  • 13. thalovny  |  22 Mei 2008 at 5:19 am

    i hope i can visit ambon someday
    what a beautiful town
    i can see it

  • 14. Danu  |  4 Juni 2008 at 6:39 am

    Kalo melihat gambar kota Ambon, beta sedih skali harus meninggalkan kota Ambon. Banyak kenangan yang tra dapat beta lupakan. Pantai Natsepa deng rujaknya, Amai deng duriannya belum lagi noni Ambon nya yang cantik2. Semuanya tra bisa beta lupakan. Masih ingat waktu beta belanja di toko Citra atau di Mardika dan sempat dikejar2 Obet karena beta Acang, tapi beta tra takut sama skali, beta tahu semua itu karena ada provokatornya. Bahkan beta pernah kerumah seorang guru Muhammadyah yang beragama Nasrani di Jl.A.Yani, beta dengan yakin dan mengucapkan Assalamualaikum beta diterima oleh bapak guru itu.
    Beta benar2 terharu dengan keramahan bapak guru itu. Beta su lupa namanya. Semoga bapak guru selalu mendapatkan kesehatan.
    Ambon oh Ambon ko sungguh manise, jang tinggalkan beta. Beta merindukanmu.
    Salam dari jauh.

  • 15. wiwik  |  11 Juni 2008 at 6:51 am

    betttaaaaaaaaaaaaaaaaaa kangen ambon
    pengen pulang……..
    ambon I MISS U

  • 16. aldy P  |  12 Juni 2008 at 9:29 am

    beta jua su lama tar pulang ke ambon, tarakhir tahun 80,,,,,,,,ambon manise su talalu manis for katong

  • 17. oCHy_a  |  16 Juni 2008 at 12:52 am

    Sy blm pernah ke Ambon, tp ada rencana ke sana.
    Thanks buat infonya

    :)

  • 18. ikha-ikha  |  2 Juli 2008 at 3:33 am

    trima kasih lai abang su berbagi tentang ni kota….
    dong di perantauan kapan balik lai ke ambon????
    bale sudah la bangun ni kota biar seng kalah deng daerah lain

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Topik Tulisan

Tinggalkan Jejak

Johan Mozes Hukom di Karang Panjang
Johan Mozes Hukom di Karang Panjang
abi'e rama disastria di Novel Laskar Pelangi
dobleh yang malang di About Indra
ikha-ikha di Ambon Manise
indramgl di About Indra
readerGo_Blog di Culture Shock
dindunz di Jeddah - Pengantin Laut M…
Siti Dj. di Novel Laskar Pelangi

Paling banyak dibaca

Blogroll

Pernah Ketemu

Arsip

Statistik Blog Ini

Penjara Spam

Terinspirasi dari:

Maluku Blogger Community
Visit Indonesia Year 2008