Siapakah Si Indra

Perbankan

Posted by: Indra Kurniawan on: 21 November 2011

IMG_7439

Sudah 2 bulan sejak saya diterima di program management trainee di salah satu bank BUMN, akhirnya kesampaian juga untuk mencoba peruntungan baru di bidang pekerjaan yang sama sekali berbeda (yaa… masih ada hubungannya dikit-dikit sih) dengan jurusan waktu kuliah dulu teknik industri dalam aspek keuangan, loh??!!) hehehe… jreng…jreeeng…. Akhirnya nama Indra Kurniawan terpampang jelas pada salah satu pojok pengumuman di Kantor Cabang Ambon.

Sebenarnya saya sudah setahun tinggal di Ambon… tinggal bersama keluarga yang tersayang dan teman-teman dekat adalah anugerah yang terindah yang pernah kumiliki…. Sekaligus mengelola usaha keluargaku yaitu, Apotek STAMINA… Walaupun apotek ini kecil tapi sudah mampu menyekolahkan saya dan adik sampai sarjana loh!! (insya Allah pengen S2 juga tapi pengennya di luar negeri sesuai titah wangsit dari dosen pembimbing saya, yaitu Ibu Isti)  Meskipun demikian masih ada aja yang kurang (oh ya?) yaitu, ehem…ehem… calon istri yang belum jelas kabarnya… (weh!!! ngarep mode on)

Kembali lagi di Bank sesudah sebulan menjalani pendidikan awal mengenai pengenalan bank dan budaya kerjanya. Nah, kemudian saya ditugaskan mengikuti orientasi pengenalan Kantor Wilayah di Makassar selama sebulan. Mudah-mudahan apa yang saya kerjakan di sini dapat diberikan hasil yang terbaik dan semoga saja saya mendapat jodoh di sini. (Amin)

Setelah 1 Tahun 4 Bulan

Posted by: Indra Kurniawan on: 17 September 2010

Akhirnya diriku mau lagi menulis di blog ini…

Tiada kata yang ingin ditulis selain…

Aku sudah pulang.

Karang Panjang

Welcome to my hometown… Ambon City.

Where the past, today and the future have connected in my mind.

Mars dan Venus

Posted by: Indra Kurniawan on: 14 April 2009

men-are-from-mars-women-are-from-venus Biasanya yang tidak resmi itu lebih enak. Berpacaran, enak sekali. Karena pacaran adalah hubungan yang tidak resmi. Maka para pemuda dan pemudi lebih senang berpacaran berlama-lama. Saat-saat berpacaran terasa indah dan menyenangkan, seakan tidak pernah ada masalah, berbuat apa saja tidak ada komplain dan tidak ada yang saling menyalahkan. Tetapi begitu diresmikan dengan pernikahan dan masuk dunia rumah tangga, ternyata baru beberapa bulan sudah banyak masalah bermunculan, dan kalau tidak pandai mengendalikannya bisa berakhir dengan perceraian. Seperti artis-artis ibukota yang suka kawin cerai kali yee… Baca entri selengkapnya »

Demam Blackberry

Posted by: Indra Kurniawan on: 21 Maret 2009

Teriakkan "anti mati gaya"Berawal dari meningkatnya penggunaan handset Blackberry di Indonesia yang dipopulerkan oleh seorang anak Menteng Dalam (Barrack Obama) dan artis-artis sinetron di TV akhir-akhir ini… Membuat kuping saya betul-betul panas dibuatnya… Bagaimana tidak?! dengan harga satu handphone ini aja bisa setara dengan harga sebuah sepeda motor bebek… belum lagi biaya bulanannya yang mencapai ratusan ribu (itu pun belum termasuk biaya pulsa telepon atau SMS)… apa sih fitur atau teknologi yang bisa ditawarkan oleh sebuah device yang bernama Blackberry (BB) ini kepada masyarakat umum?   Baca entri selengkapnya »

Bahasa Ambon

Posted by: Indra Kurniawan on: 23 Februari 2009

Tugu Dwikora Ambon

Saya hanya ingin bercerita saja tentang beberapa pengalaman teman saya yang agak menggelitik untuk saya tulis di blog ini. Sebenarnya sudah lama semenjak saya melakukan acara-acara reuni dengan teman-teman saya yang berasal dari Ambon di beberapa tempat di Jakarta, salah satunya di rumah teman saya yang bernama Tira dan Nining.  Tapi koq ada dari beberapa mereka kalau ngobrol tidak pernah sekali pun memakai bahasa Ambon?? Oke deh… awalnya saya anggap wajar-wajar saja… tapi lama-lama saya justru merasa aneh dengan situasi seperti begini.

Sebenarnya sih kalau orang dari luar Ambon mau mempelajari bahasa ini juga tidak susah-susah amat untuk dipelajari… soalnya padanan katanya mirip dengan bahasa Melayu ataupun bahasa Indonesia… Beda banget dengan bahasa Sunda yang saya ketahui ada bahasa halus atau kasar… Tapi ini kebangetan deh kalau misalnya ada orang yang lahir dan besar di Ambon tapi sekarang tidak bisa berbahasa Ambon… Apakah pengen menghapus kenangan waktu di Ambon ya? (waktu ditolak ama gebetan :D ) atau jangan-jangan dia sendiri yang malu berbahasa Ambon (apanya yang malu dikira orang Ambon… oloh..oloh…) Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.