Siapakah Si Indra

IMG_7439

Sudah 2 bulan sejak saya diterima di program management trainee di salah satu bank BUMN, akhirnya kesampaian juga untuk mencoba peruntungan baru di bidang pekerjaan yang sama sekali berbeda (yaa… masih ada hubungannya dikit-dikit sih) dengan jurusan waktu kuliah dulu teknik industri dalam aspek keuangan, loh??!!) hehehe… jreng…jreeeng…. Akhirnya nama Indra Kurniawan terpampang jelas pada salah satu pojok pengumuman di Kantor Cabang Ambon.

Sebenarnya saya sudah setahun tinggal di Ambon… tinggal bersama keluarga yang tersayang dan teman-teman dekat adalah anugerah yang terindah yang pernah kumiliki…. Sekaligus mengelola usaha keluargaku yaitu, Apotek STAMINA… Walaupun apotek ini kecil tapi sudah mampu menyekolahkan saya dan adik sampai sarjana loh!! (insya Allah pengen S2 juga tapi pengennya di luar negeri sesuai titah wangsit dari dosen pembimbing saya, yaitu Ibu Isti)  Meskipun demikian masih ada aja yang kurang (oh ya?) yaitu, ehem…ehem… calon istri yang belum jelas kabarnya… (weh!!! ngarep mode on)

Kembali lagi di Bank sesudah sebulan menjalani pendidikan awal mengenai pengenalan bank dan budaya kerjanya. Nah, kemudian saya ditugaskan mengikuti orientasi pengenalan Kantor Wilayah di Makassar selama sebulan. Mudah-mudahan apa yang saya kerjakan di sini dapat diberikan hasil yang terbaik dan semoga saja saya mendapat jodoh di sini. (Amin)

Akhirnya diriku mau lagi menulis di blog ini…

Tiada kata yang ingin ditulis selain…

Aku sudah pulang.

Karang Panjang

Welcome to my hometown… Ambon City.

Where the past, today and the future have connected in my mind.

men-are-from-mars-women-are-from-venus Biasanya yang tidak resmi itu lebih enak. Berpacaran, enak sekali. Karena pacaran adalah hubungan yang tidak resmi. Maka para pemuda dan pemudi lebih senang berpacaran berlama-lama. Saat-saat berpacaran terasa indah dan menyenangkan, seakan tidak pernah ada masalah, berbuat apa saja tidak ada komplain dan tidak ada yang saling menyalahkan. Tetapi begitu diresmikan dengan pernikahan dan masuk dunia rumah tangga, ternyata baru beberapa bulan sudah banyak masalah bermunculan, dan kalau tidak pandai mengendalikannya bisa berakhir dengan perceraian. Seperti artis-artis ibukota yang suka kawin cerai kali yee… Baca entri selengkapnya »

Teriakkan "anti mati gaya"Berawal dari meningkatnya penggunaan handset Blackberry di Indonesia yang dipopulerkan oleh seorang anak Menteng Dalam (Barrack Obama) dan artis-artis sinetron di TV akhir-akhir ini… Membuat kuping saya betul-betul panas dibuatnya… Bagaimana tidak?! dengan harga satu handphone ini aja bisa setara dengan harga sebuah sepeda motor bebek… belum lagi biaya bulanannya yang mencapai ratusan ribu (itu pun belum termasuk biaya pulsa telepon atau SMS)… apa sih fitur atau teknologi yang bisa ditawarkan oleh sebuah device yang bernama Blackberry (BB) ini kepada masyarakat umum?   Baca entri selengkapnya »

Tugu Dwikora Ambon

Saya hanya ingin bercerita saja tentang beberapa pengalaman teman saya yang agak menggelitik untuk saya tulis di blog ini. Sebenarnya sudah lama semenjak saya melakukan acara-acara reuni dengan teman-teman saya yang berasal dari Ambon di beberapa tempat di Jakarta, salah satunya di rumah teman saya yang bernama Tira dan Nining.  Tapi koq ada dari beberapa mereka kalau ngobrol tidak pernah sekali pun memakai bahasa Ambon?? Oke deh… awalnya saya anggap wajar-wajar saja… tapi lama-lama saya justru merasa aneh dengan situasi seperti begini.

Sebenarnya sih kalau orang dari luar Ambon mau mempelajari bahasa ini juga tidak susah-susah amat untuk dipelajari… soalnya padanan katanya mirip dengan bahasa Melayu ataupun bahasa Indonesia… Beda banget dengan bahasa Sunda yang saya ketahui ada bahasa halus atau kasar… Tapi ini kebangetan deh kalau misalnya ada orang yang lahir dan besar di Ambon tapi sekarang tidak bisa berbahasa Ambon… Apakah pengen menghapus kenangan waktu di Ambon ya? (waktu ditolak ama gebetan :D) atau jangan-jangan dia sendiri yang malu berbahasa Ambon (apanya yang malu dikira orang Ambon… oloh..oloh…) Baca entri selengkapnya »

Samsung i550wSalah satu alasan saya ketika membeli handphone Samsung i550w pada bulan Desember 2008 kemarin adalah karena pada handphone ini sudah dilengkapi dengan fitur Wi-Fi (kependekan dari Wireless Fidelity). Artinya sinyal Wi-Fi dapat ditangkap secara cuma-cuma apabila kita berada di daerah titik panas (hotspot a.k.a WLAN) ;). Umumnya di kota-kota besar di Indonesia terutama di daerah bandara, kampus, restoran dan tempat-tempat nongkrong anak muda mudah dijumpai hotspot yang gratis atau berbayar.

Misalkan saja kalau kita berada di jangkauan hotspot yang gratis… kenapa kita tidak menggunakan teknologi tersebut  untuk sesuatu yang bermanfaat? Saya yakin kebanyakan orang berpikiran Wi-Fi dipakai khusus di laptop dan hanya untuk berinternet saja… Namun sekarang aplikasi sudah banyak berkembang salah satunya adalah telpon gratis via Wi-Fi yang bernama VoIP (kependekan dari Voice over Internet Protocol)… Hebatnya aplikasi ini malah tidak memerlukan SIM card operator untuk bisa berkomunikasi… Contohnya anda dapat melihat model handphone aneh ini.

Bah.. apa pula ini modelnya?Horass… (kata si Nainggolan) Baca entri selengkapnya »

Samsung i550wPeralatan navigasi yang biasa kita kenal adalah kompas dan peta biasa. Namun seringkali kita sering kesulitan menentukan posisi kita di dalam peta. Nah, kebetulan handphone saya Samsung i550w yang memiliki fitur GPS dapat dijadikan sebagai alat navigasi dengan menggunakan peta digital. Walaupun di handphone ini telah ada aplikasi GPS bawaan yang bernama NAVFone… Namun setelah digunakan ternyata… aduh, tampilannya amat sangatlah tidak menarik dipandang… :D Dan kelemahan yang saya lihat lagi adalah peta yang disediakan hanya mencakup kota-kota besar di pulau Jawa Bali dan apabila kita sudah berada di luar kota misalnya di Cirebon maka aplikasi ini tidak dapat digunakan lagi… Dan saya pun mencari-cari di sana-sini…  Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.